Senin, 31 Oktober 2011

Uniknya Orang Madura....

Paling susah memang memberi pengertian dengan baik dan benar kepada orang Madura. Selain bahasa kita harus "cerdas". Psikologis masyarakat madura yang secara genetis memang ditakdirkan tidak mau dikalahkan itu memang membutuhka trik trsendiri.

Suatu hari tersebutlah seorang madura yang naik kereta api hendak ke Jakarta. Di sepanjang Jalan, tak henti-hentinya dia memperkenalkan diri ke semua penumpang di gerbongnya....

"Perkenalkan dik...awake saya namanya Brodin. Saya dari bangkalan dik, juragan besi tua..ini mau ke Jakrta, katanya itu ada kapal tanker mau di jual...Mau saya beli dik...!!" katanya memperkenalkan diri

Orang-orangpun cuma nyengir menyambutnya.

Tak lam kemudian.Karena keretanya kelas ekonomi. Maka mulailah dia merasa kepanasan berada dalam kereta itu. Saat itulah si Brodin ini mulai menjulurkan tangannya keluar Jendela. Padahal ada larangan keras bagi penumpang kereta api untuk mengeluarkan aggota badan ketika kereta sedang berjalan. Tapi si Brodin ini tampaknya ga peduli.Dia cuek saja mengulurkan tangannya sambil menikmati udara diluar kereta. Sedangkan tak jauh lagi, nampak ada jembatan yang akan dilewati oleh kereta api itu.

Mulailah penumpang yang lain panik melihat ulah si Brodin. Mereka mulai berteriak-teriak memperingatkan si Brodin ini.

"Cak...cak...masukkan tangan sampiyan cak...di depan itu ada Jembatan..Bahaya cak..bisa putus tangane sampiyan caaak...!!!" Teriak para penumpang

Bukannya patuh, brodin malah marah-marah diteriaki seperti begitu

 


"Ngomong apa sampiyan..???!! Saya ini ...din brodin dari Bangkalan tak iye..Juragan besi tua paling terkenal di bangkalan...tangan saya ini lebih kuat dari besi...saya ini sumuk (gerah), jangan ganggu saya, ato tak clurit sampeyan...!!" Teriaknya

"Aduh cak...jangan sombong lah sampiyan itu...di depan itu betul-betul ada jembatan..kalau tangan sampeyan patah gimana...?!!"

Tapi si Brodin ini tetap saja ga mau mengalah da balas memarahi penumpoang yang lain.
Samapi ada salah seorang penumang yang tahu betul cara berbicara denga orang madura. Dengan sangat tenang, dia menghampiri si brodin, lalu katanya...

"Lhoooo...sampeyan ini cak brodin to?? Pengusaha besi tua yang terkenal itu kan?? Aduh, kenapa tangan sampiyan ditaruh diluar kereta?? Sampeyan ini kan orangnya kuat, tangan sampiyan saja kaya beton gini, kalau nanti kena jembatan di depan situ, trus jembatannya runtuh gimana cak?? Kan keretanya ga bisa lewat?? Abbo...abbo..kalau ga bisa lewat sampeyan kan ga jadi ke Jakarta...Bisa dibeli orang kapal tanker yang mau sampiyan beli itu..."

Brodin tersenyum, sambil memasukkan tangannya kembali...

"Bener juga katanya sampiyan cak..kalau runtuh lak gagal cita-cita saya...."

Ah...diiiin...Brodin... 


*)Copas lagi .. Pisss ^_V pa RACHMATULLAH OKY RAHARJO,SH.I,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar