Tampilkan postingan dengan label cerita madura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita madura. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

Madura lagi.....(gpp lucu sih...)

Bagi sobat Mozaik di Malang dan Surabaya tentu tidak asing lagi menemui anggota koperasi yang berasal dari madura. Aksen medok dan penuh dengan ``syiddah`` dalam setiap tekanan katanya bisa merupakan sedikit gambaran umum dari komunitas masyarakat pulau garam tersebut.

Pun demikian dengan karakternya. Orang madura itu sangat sulit dibedakan antara cerdas dan lugu.Ketika di wawancarai oleh AO mengenai usahanya, kebanyakan anggota koperasi kita ini tampak sangat profesional dan cerdas.Tapi ketika diadakan collecting, bisa jadi mereka akan berubah menjadi sangat ``lugu`` dan ``menggemaskan``. Karena memang sepertinya demikianlah karakter bawaan mereka.Maka perlu kecerdasan extra juga untuk memahami dan berkomunikasi dengan mereka.Karena jangankan kita yang awam dengan mereka, bahakan kyai Saya dulu pernah ``terkecoh`` oelh keluguan mereka.

Ceritanya bermula dari undangan acara peringatan Milad salah satu pesantren di madura yang mengundang segenap pemimpin pesantren di Jawa Timur, termasuk Gontor. Saat acara ramah tamah dimulai. Maka para tamu undangan pun dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sduah dipersiapkan oleh pihak tuan rumah.
Tampak terhidang banyak masakan yang lezat-lezat dimeja makan. Dari mulai Sup kaki sapi yang dicampur kacang hijau khas madura, sampai hidangan laut. Dan...nah ini dia Hidangan utama acara itu...``Udang bakar madu`` yang di bumbui khas madura. Tampak semua tamu undangan tidak melewatkan hidangan tersebut. Kecuali kyai saya yang memang membatasi konsumsi makanan berlemak.
Tapi tak urung, ``keanehan`` kyai saya tersebut mengdundang tanya seorang kyai madura lain yang juga diundang disitu

``Maaf kyai, kok sampeyan ndak ngambil udang bumbu madura ini?? Ini enak lho kyai...Ndak bakal ada di daedrah sampiyan....`` tanya kyai madura itu
``Iya, sbenarnya sih pengen...tapi saya sama dokter dilarang banyak-banyak makan makanan yang mengandung kolesterol`` Jawab kyai saya
``Oooh, saya ngerti kalo gitu. Ya sudah, sampiyan makan udangnya saja, kolesterolnya ndak usah dimakan...``jawab kyai madura itu kalem

Nah, menurut antum, jawban itu tadi cerdas atau ``lugu``??

Tapi sebenarnya, ada sisi positif dari karakteristik orang madura. Yaitu Istiqomah dan toleran. Komitmen terhadap Islam sangat tinggi. Meskipun Islamnya tradisonalis. Bahkan ketika partai penguasa orde baru tengah berkuasa secara absolut di seluruh penjuru Indonesia, madura nyaris tak tersentuh dan tetap mempertahankan warna ``hijau`` secara mayoritas. Tekanan militer, maupun ideologi di sekolah-sekolah negeri waktu itu, belum sanggup menggeser Istiqomahnya orang Madura.

Kisah ringan ini mungkin bisa menjadi contoh.

Dahulu, diceritakan bahwa penguasa orde baru akan mengadakan kunjungan ke salah satu kabupaten di Madura. Sebagaimana biasa, agar terlihat dekat dengan rakyat, maka akan diadakan temu wicara dengan masyarakat setempat. Dan karena acar ini disiarkan langsung oelh TVRI dengan relay seluruh TV Swasta, maka semuanya perlu disiapkan dengan matang, termasuk siapa yang akan bertanya, adan apa pertanyaannya harus diarahakan supaya memudahkan sang penguasa orde baru untuk menjawab.

Dan seperti biasa, beberapa hari menjelang hari H, intel dari tentara serius mengadakan investigasi akan berbagai kemungkianan yang akan terjadi, termasuk melihat langsung seberapa antusiasnya warga madura menyambut kehadiran presidennya. Sampai dia menemui seorang petani yang langsung ditanya...

``Cak...Sampeyan tahu ga siapa presiden kita sekarang??``Tanya Sang Intel
``Ya ngerti mas....Presiden kita itu ...Bung karno...`` Jawab petani madura itu

Agak terkejut Intel itu mendengar jawaban orang tadi.

``Lha kalao Pak Suharto itu siapa pak??`` Tanya intel itu memancing
``Ooohh...kalao Suharto itu kan penggantinya...Kalao presidennya kan Bung Karno`` Jawab petani itu enteng.

Jawaban petani tadi langsung dilaporkan sang Intel kepada atasannya. Yang tentu saja membuat jajaran Bupati, Dandim, Muspika, Sekda, dan segenap aparat pemerintahan kelabakan. Bagaimana mungkin presiden Indonesia saja orang Madura itu tidak tahu?? Wah, bisa-bisa dipertanyakan nasionalisme orang madura ini.
Ahkirnya diadakanlah program nasioanlisme bela negara diseluruh penjuru kabupaten itu. Anak sekolah di suruh hafalkan Pancasila, pegawai negeri kursus P-4 lagi, para petani, nelayan, dan anggota masyarakat beramai-ramai disuruh menghafal lagu-lagu wajib yang membakar jiwa nasioanlisme mereka. Harapan pak Bupati satu : Agar dirinya tidak dinilai gagal menanamkan jiwa patriotisme dan nasioanlis kepada masyarakatnya.

Dan saat itupun tiba. Sang penguasa orde baru mengadakan acara temu wicara dengan sukses, disiarkan diseluruh Indonesia. Lalu tibalah saatnya, presiden dihibur dengan pertunjukan lagu wajib dari segenap petani dan nelayan madura....

Penata irama sudah mengambil hormat dan tempat didepan presiden, lalu meminta para petani dan nelayan itu ambil suara...

``Saaaaaaaaaa..........`` Terdengar suara anggota paduan suara rakyat itu menggema Syahdu.

Bapak presiden tampak mengangguk-anggukkan kepala sambil tersenyum. Di belakangnya, Jajaran bupati dan pemerintah daerah madura tampak tersenyum Bangga melihat hasil kerja keras mereka. Terbayang bahwa sebentar lagi akan berkumandang lagu ``Satu Nusa Satu Bangsa`` yangdinyanyikan oleh masyarakat petani dan nelayan, yang berarti juga mengindikasikan bahwa mereka sukses dengan doktrin nasionalisme mereka.

Sang dirigen-pun mulai menghitung birama...``Satu...dua...tiga...empat...`` Lalu paduan suara-pun mengalun....

``SAAAAAAAAA....SALATULLAH SALAMULLAH `ALA TOHA RASULILLAH...SALATULLAH SALAMULLAH `ALA YASIN HABIBILLAH.....``

Dan pak Bupati-pun pingsan...........

Jangan buruk sangka sama orang madura (madura Series)

Cak Syahril, orang Gresik keturunan Madura., suatu pagi sedang mencoba Sepeda Motor yang baru dibelinya dari hasil panen tembakau musim lalu. Merknya Harley Davidson, dibeli seharga Duaratus Juta Rupiah, prangko Gresik Kebomas. Sepeda motor itu dicobanya dari Kamal (ujung barat Madura) ke Kalianget di ujung timur Madura.

Gagah sekali pakaian cak Syahril pagi itu, ikat-pinggang selebar 20cm, penuh saku…dan kaos merah-putih pun gak ketinggalan. Udheng, ikat kepala Madura mencuat seperti antenna-TV tetangga…..

Berkendara beberapa puluh menit, menjelang masuk kota Bangkalan dilihatnya mobil Suzuki Carry minibus terseok-seok berjalan perlahan, motor diarahkan dekat mobil tersebut, diketuknya pintu Suzuki Carry……

”Abbo....abbo……ternyata yang ngendarai sampiyan toh Cak Cipto ?”

Pengemudi Suzuki terkejut melihat cak Syahril naik motor gede yang mewah itu…..

Cak Syahril nyerocos teruuus… “Eh, cak Cipto, sampiyan tahu opo gak… ini motor hargane Rp 200-juta, kubeli kemarin….!”

Cak Syahril melanjutkan..

“Sampiyan sudah pernah naik motor seharga Rp 200-juta seperti ini opo belon ?”

Cak Cipto Cuma geleng2 kepala sambil mengusap dada….

”Astagfirullah…orang ini….” Katanya dalam hati……

Motor Harley langsung digeber oleh cak Syahril sambil mengucapkan “Wassalam…..!” melesat terus kearah timur…….

Beberapa KM di depan , dilihatnya mobil Kijang yang sudah plethat-plethot banyak penyoknya daripada ratanya….., didekatinya jendela pengemudi…..

“Do..ado....yang nyetir mobil dhu’afa ini sampiyan to Cak Zaenal ?” kata Cak Syahril.

Cak Zaenal terkejut melihat Cak Syahril naik motor gedhe klangenan para pejabat itu, minder juga nampaknya. …

“Eh, cak Zaenal, sampiyan tahu opo gak… ini motor hargane Rp 200-juta, kubeli kemarin….!”

“Sampiyan sudah pernah naik motor seharga Rp 200-juta seperti ini opo belon ?”

Cak Zaenal juga cuma bisa geleng2 kepala sambil mengusap dada….

”Sombong bener sih orang ini ? Paling dibeli dengan uang hasil korupsi juga…..?”

Motor Harley kembali digeber oleh cak Syahril sambil mengucapkan “Wassalam…..!” melesat terus kearah timur…….

Beberapa KM di depan , dilihatnya mobil Honda Jazz, didekatinya jendela pengemudi…..

“Cao-an koko Hartanto Ali” kata Cak Syahril kepada pengemudi Jazz.

Hartanto Ali terkejut melihat Cak Syahril naik motor gedhe muncul disampingnya. …

“Eh, koko Hartanto Ali, sampiyan tahu opo gak… ini motor hargane Rp 200-juta, kubeli kemarin, tunai….!”

“Sampiyan sudah pernah naik motor seharga Rp 200-juta seperti ini opo belon ?”

Hartanto Ali cuma geleng2 kepala sambil mengusap dada…...

”Amsiong lah kamu…baru bisa beli motor HD saja sombongnya sampai ke sungai Hwang ho …!”

Motor Harley kembali digeber oleh cak Syahril sambil mengucapkan

“ OK saya duluan…Tui-pu-chi…. Xie xie.!” melesat terus kearah timur…….

Menjelang masuk kota Sumenep di wilayah timur Pulau Madura, mobil Carry cak Cipto, mobil Kijang cak Zaenal dan mobil Jazz koko Hartanti Ali beriringan tiba di batas kota Sumenep. Dilihat oleh mereka bertiga, orang berkerumun ditepi kolam pembuatan Garam rakyat. Ditepi kolam juga ada teman2 mereka sedang berdiri ditepi kolam sedang melihat sebuah Harley Davidson yang terjerembab masuk ke dalam kolam yang berisi air garam tersebut.

Secara kompak cak Cipto, cak Zaenal dan koko Hartanto berlari keatas pematang kolam, dari sana mereka melihat cak Syahril sedang terlentang penuh lumpur garam dan berusaha bangun.

Secara kompak ketiga pengemudi mobil tersebut, bersama dua temannya berteriak ..

”…Syukuriiiin….mangkanya kalau naik motor mahal jangan sombooooong….!!”

Dari bawah, cak Syahril juga berteriak tak kalah keras…sambil marah2…, katanya :

”Huh, kalian…dasar ga setia kawan, aku tadi bukannya bermaksud pamer, ….aku tanya sampiyan semua apa sudah pernah nyetir HD seperti punya saya ini? Sampiyan semua pada geleng kepala…..! Padahal aku benar2 pengin bertanya….Motor seperti ini tuas-rem-nya ada dimana ? Dan gimana cara menghentikan motor seperti ini. ? Dasar sukanya lihat orang lain celaka dan menderita,…….benar2 orang Indonesia deh kalian, aku doakan kuwalat kepala dibawah kaki di atas seperti jambu-mete…..!”

Duh..kasihan ya...pada su'udzan sih... 




*) Cerita yang di copas dari Web-in Rumah zakat......refreshing disela2 kesibukan entry transaksi....